Pengalaman melahirkan dengan BPJS dan mandiri

Halo Moms, kali ini saya akan berbagi pengalaman melahirkan dengan BPJS dan biaya sendiri. Saya berharap tulisan ini bermanfaat bagi calon ibu yang bersiap menuju persalinan.

Persiapan menuju persalinan

Persiapan persalinan dapat ditinjau dari persiapan materi dan spiritual atau persiapan mental. Seorang ibu atau calon ibu harus mulai mempersiapkan segalanya jika kehamilan sudah masuk bulan ke-9.

Tujuannya untuk mengurangi kekhawatiran sebelum melahirkan dan mengurangi stres pada ibu hamil. Jika ibu merasa tenang maka pemulihan pasca persalinan pun akan menjadi cepat.

 

Persiapan mental

Persiapan mental sangat diperlukan untuk menunjang keberhasilan dan kelancaran persalinan dan pasca persalinan. Terlebih apabila ini adalah persalinan pertama, calon Moms harus banyak membaca dan menenangkan diri ya.

Beberapa persiapan mental yang diperlukan yaitu

1. Menambah pengetahuan

Moms harus banyak membaca dan belajar lagi tentang kehamilan dan persalinan. Dewasa ini banyak sekali metode persalinan.

Cobalah membaca satu per satu agar bisa menjadi pertimbangan metode apa yang paling cocok. Baca juga buku-buku tentang parenting dan cara mengurus bayi.

2. Istirahat yang cukup

Ibu hamil harus cukup istirahat agar badan bugar dan tubuh sehat. Badan yang bugar membuat pikiran menjadi sehat pula.

3. Terus bersyukur

Perbanyaklah menyebut kalimat-kalimat positif. Salah satunya dengan bersyukur.

Katakan dalam pikiran anda “Aku bersyukur sudah sampai di titik ini dan sebentar lagi akan bertemu dengan sang buah hati, InsyaAllah”.

4. Pengalaman positif dari orang lain

Usahkan berbagi cerita positif dengan teman dan sahabat ya moms. Tentu saja jangan lupa bertanya pada ibu kita ya. Mintalah tips tentang melahirkan dan hal-hal yang terkait dengan perawatan bayi.

5. Memilih lingkungan yang suportif

Jangan membebabni diri dengan lingkungan yang tidak sehat. Jauhilah perkumpulan ibu-ibu yang gemar gosip atau grup-grup yang meracuni pikiran ya moms.

6. Membayangkan hal positif

Bayangkanlah betapa lucunya bayi anda nantinya. Sugesti positif akan membuat Moms tambah semangat dan bahagia.

7. Mengikuti kelas parenting

Jika moms mau belajar parenting, inilah saat yang tepat untuk belajar ini.

Dewasa ini sudah banyak grup yang menyajikan tentang kelas parenting. Atau bisa juga mengikuti sekolah khusus tentang pola asuh anak.

Bahagia
Ibu hamil harus selalu menjaga kesehatan mental. (Gambar: “Happy” by Franklin Hunting – di bawah lisensi creative common)

Persiapan Materi

Persiapan materi mencakup persiapan dana untuk biaya rumah sakit, biaya operasional selama di rumah sakit, dan persiapan kecil lainnya seperti baju bayi.

Adapun persiapan saat menjelang persalinan yaitu:

Tas kecil

Tas ini harus dipersiapkan jauh-jauh hari, mungkin sekitar bulan ketujuh kehamilan. Hal itu agar dalam kondisi darurat, suami tinggal membawanya saja tanpa kebingungan memasukkan barang. Didalam tas ini terdiri dari

  1. Buku KIA ibu yang digunakan saat kontrol rutin
  2. Kartu Identitas Ibu
  3. Kartu BPJS, jika ingin melahirkan dengan BPJS
  4. Kartu asuransi kesehatan lain
  5. Dompet
  6. Uang
  7. Handphone
  8. Charger
Tas kecil
Tas kecil sangat dibutuhkan untuk membawa gawai dan dokumen penting. (Gambar: “My bag’s content” by Andreas Gohr – lisensi creative common)

 

Tas besar

Tas ini sebaiknya disiapkan pada bulan ke-9 kehamilan. Apalagi jika sudah mulai kontraksi dalam interval yang rutin.  Moms bisa siapkan beberapa keperluan yaitu:

  1. Selimut bayi
  2. Sarung atau jarik
  3. Baju ganti ibu dengan model kancing depan
  4. Pembalut
  5. Rok
  6. Baju ganti bayi beberapa potong, disesuaikan saja dengan kebutuhan
  7. Handuk
  8. Peralatan mandi (sikat gigi, pasta gigi, sabun muka, sabun mandi)
  9. Celana dalam dan baju dalam
  10. Bedong bayi
  11. Diapers
  12. Topi bayi
  13. Kaos kaki bayi

Kebutuhan masing masing moms bisa berbeda-beda, jadi sesuaikan saja dengan kondisi ya moms. Persiapan ini sangat penting, jadi jangan diabaikan ya. Kalau perlu dibuat daftar bawaan yang harus disiapkan menjelang berangkat ke rumah sakit.

Moms juga bisa menitipkan anak pertamanya jika ini merupakan kelahiran kedua kepada orang tua, agar mommi bisa melaksanakan persalinan dengan tenang.

Terkadang memang tidak semudah seperti yang dituliskan ya moms. Banyak berdoa dan minta dukungan serta doa keluarga ini akan menjadi kekuatan tersendiri.

Baca juga: Jangan panik jika anak kita demam

Persalinan Caesar

Persalinan baik itu secara caesar atau pun normal merupakan pengalaman yang sangat mendebarkan ya moms. Semalaman kita akan begadang menahan rasa sakit menjelang persalinan. Hal yang saya rasakan, saya merasa sakit tepat satu hari sebelum HPL (hari perkiraan lahir).

Baik persalinan normal ataupun caesar sama-sama menimbulkan rasa nyeri. Kalau ada yang mengatakan bahwa caesar itu tidak sakit dan tidak berresiko itu salah ya moms.

Faktanya pada persalinan caesar, moms akan merasakan sakit setelah bius operasinya hilang. Itu terjadi 4-5 jam setelah pembedahan.

Di sekitar perut dan punggung terasa panas. Anda harus mendapat suntikan pereda nyeri untuk mengurangi kesakitan itu.

Pengalaman saya, dua kali caesar, semua nya caesar tanpa rencana. Caesar yang pertama karena pembukaan tak kunjung bertambah padahal sudah dipacu oksitosin.

Sedangkan yang kedua, karena ketuban saya ternyata sudah mulai rembes keluar. Selain itu, karena riwayat pertama caesar maka dokter tidak ingin mengambil resiko.

Persalinan caesar
Persalinan caesar bukan tanpa resiko. (Gambar: “Nip & Tuck” by David Quitoriano – lisensi creative common)

 

Biaya mandiri

Caesar saya yang pertama, saya menggunakan biaya mandiri karena saat itu saya ada di rumah orang tua. Sebenarnya bisa mengurus BPJS tapi karena mendadak dan masih bingung pengurusannya.

Saya melahirkan di rumah sakit swata di Klaten, Jawa Tengah. Saat itu di kelas reguler kami menghabiskan 7,5 juta kira-kira tahun 2015.

Untuk saat ini saya bertanya di sebagian rumah sakit biaya caisar kelas dua kisara 10 juta-13 juta bahkan lebih.Waktu itu saya menggunakan caesar reguler kelas 2.

Berikut sejumlah fasilitas yang saya dapat ya moms

  1. Kamar inap yang luas dengan kamar mandi dalam tanpa AC
  2. Terdapat kursi yang agak besar untuk penunggu pasien
  3. Memperoleh antibiotik suntik 3x sehari
  4. Memperoleh pereda nyeri yang dimasukkan lewat anus
  5. Bayi diurus sendiri oleh keluarga, diserahkan ke perawat saat mau mandi dengan baju membawa sendiri
  6. Diapers gratis dari rumah sakit
  7. Suplemen zat besi dan pelancar ASI

 

Biaya ditanggung BPJS

Waktu kehamilan kedua, saya sebenarnya tidak ada keluhan dalam kehamilan. Tetapi menjelang persalinan, air ketuban sudah mulai merembes dari 3 hari sebelumnya.

Persalinan yang kedua saya lakukan di rumah sakt swasta di Yogyakarta. Bedanya disini saya melahirkan dengan BPJS dari kantor suami.

Untuk melahirkan dengan ditanggung BPJS ada beberapa dokumen yang perlu mommy persiapkan, tenang saja tidak banyak dan tidak ribet ko hanya persyaratan administrasi biasa yaitu:

  1. Kartu BPJS pasien yang bersangkutan
  2. Kartu keluarga
  3. KTP
  4. Buku KIA yang digunakan untuk kontrol rutin ke dokter
  5. Surat rujukan dari bidan yang ditunjuk oleh faskes pertama

Surat rujukan ini penting banget ya moms, karena kalau tidak bawa akan sedikit menyulitkan. Selain itu pastikan tidak ada keterlambatan pembayaran premi BPJS moms ya.

Waktu itu saya kontrol terakhir kemudian dokter menyuruh saya rawat inap karena air ketuban yang sudah mulai merembes.

Prosesnya cepat karena waktu itu saya sudah mempersiapkan dokumen-dokumennya.

Syarat BPJS
Persiapkan syarat-syarat klaim BPJS jauh hari sebelum HPL. (Gambar: “Insurance” by Picture of Money – lisensi creative common)

 

Saya ingat waktu itu hari Sabtu, saya masuk rumah sakit dan pada hari minggu pukul 9 pagi saya masuk ruang operasi. Keluar ruang operasi pukul 10 lalu dipindah ke ruang observasi hingga pukul 4 sore. Setelah itu baru dipindah ke ruang rawat inap.

Saat di ruang rawat inap ini lah sakit yang hebat dari perut saya karena luka pembedahan itu ya moms. Rasa sakit yang melebihi persalinan saya yang pertama.

Apabila Moms tidak kuat, mintalah obat pereda nyeri pada perawat. Saat persalinan dengan BPJS kelas 2 ini fasilitas yang saya dapat:

  1. Antibiotik diberikan secara oral
  2. Suntikan pereda nyeri seingat saya hanya satu kali diberikan saat hari pertama saya di ruang rawat inap
  3. Bayi diuruskan pihak rumah sakit apabila ngompol, buang air, dan mandi. Lalu akan diserahkan kepada ibu jika akan menyusui
  4. Kamar inap (kelas dua) dan kamar mandi bersama

Fasilitas yang saya dapat bisa saja berbeda dari orang lain ya moms, karena fasilitas ini ditentukan oleh kebijakan rumah sakit, kemampuan rumah sakit, dan kelas BPJS moms. Jadi jangan membandingkan karena pasti beda, ini berdasarkan pengalaman saya.

Berdasarkan peraturan pemerintah, fasilitas persalinan dengan menggunakan BPJS yaitu

  1. Pemeriksaan rutin pra persalinan maksimal 4x
  2. Persalinan normal oleh bidan
  3. Persalinan normal oleh dokter
  4. Persalinan normal dengan tindak emergensi
  5. Persalinan yang dirujuk fasiliats kesehatan selanjutnya

Dalam kasus saya, saya termasuk yang nomer lima karena dari dokter yang rutin memeriksa saya ada indikasi untuk caesar meskipun diusahakan normal. Rujukan saya cari ke bidan yang ditunjuk oleh faskes 1.

Persalinan kedua saya dengan BPJS menghabiskan biaya 700 ribu (dibayarkan ke rumah sakit) dengan rincian:

  1. Wadah untuk tempat plasenta bayi
  2. Diapers, popok dll.
  3. Baju operasi yang bisa dibawa pulang

Kesimpulannya melahirkan dengan BPJS atau mandiri tetap ada perbedaan ya moms dari segi fasilitas. Semoga artikel ini bermanfaat ya moms. Semoga lancar persalinannya ya moms ibu dan debay sehat.

Simak juga: Defisiensi besi pada anak

 

 

Arliana Fajrin, S.Si.

S1 Biologi. Full mom hobi memasak dan menulis. Owner Adagamis store dan blog Dalamrumah. Terus belajar dan berbagi ilmu.