Manfaat minum susu. Yakin?

Susu, minuman yang hampir pasti ditemukan di dapur setiap keluarga. Tapi tahukah anda bahwa manfaat minum susu selalu menjadi perdebatan di dunia selama 10.000 tahun terakhir.

Sebagian pihak menganggap minum susu saat dewasa itu penting. Sedangkan pihak lain menentangnya. Jadi anda mau minum susu atau tidak?

manfaat minum susu
Manfaat minum susu selalu diperdebatkan. (Gambar: “Milk splash” by Benjamin Horn – lisensi creative common)

 

1. Apa sih susu itu?

Susu merupakan koloid yang terdiri dari air, lipid, karbohidrat, protein, dan mineral. Berwarna putih keruh kekuningan.

Susu dihasilkan oleh kelenjar mammae sang ibu pada akhir masa kehamilan. Terdapat tiga jenis hormon yang berperan dalam produksi susu.

Hormon estrogen berperan dalam pembelahan sel-sel alveolar kelenjar mammae. Prolaktin menstimulus sel-sel tersebut untuk menghasilkan susu. Terakhir, oksitosin untuk menstimulus pengeluaran susu dari penyimpanannya.

 

2. Komposisi susu

Susu manusia (ASI) mengandung protein (0,9 – 1,2 %), lemak (3,2 – 3,6 %), laktosa (6,7 – 7,8 %), dan mikronutrien (1).

Protein digunakan untuk pertumbuhan dan perbaikan sel yang rusak. Lemak dan laktosa sebagai sumber energi bagi tubuh.

Kalsium berperan dalam menjaga kepadatan tulang, kontraksi otot, dan aktivitas saraf. Vitamin-vitamin dalam ASI juga bermanfaat untuk proses-proses dalam tubuh.

Selain itu, ASI mengandung beragam senyawa bioaktif yang sangat bermanfaat bagi bayi. Beberapa diantaranya:

  • Antibodi (mayoritas IgA), berperan dalam imunitas bayi.
  • Laktoferin dan lisozym, ini untuk melawan bakteri.
  • Growth factor seperti IGF-1, untuk menstimulus pertumbuhan dan perkembangan. Ini banyak ditemukan pada kolostrum. ASI yang awal-awal.
  • Dan bioaktif lainnya. Banyak.

Oleh karena itu, WHO menggalakkan program ASI eksklusif selama 6 bulan. Mengingat banyaknya manfaat dari ASI bagi bayi.

 

3. Susu hewan lain

Semua mammal betina menghasilkan susu sebagai makanan bagi anaknya. Tetapi dengan komposisi yang berbeda-beda, diantaranya (2):

  • Misalnya, susu sapi mengandung protein (3,5 %), lemak (3-4 %), dan laktosa (5 %). Susu kerbau memiliki kandungan lemak dua kali lipat susu sapi.
  • Susu unta banyak mengandung vitamin C dan asam lemak tak jenuh. Subhanallah, cukuplah untuk memenuhi kebutuhan vitamin C di padang gurun yang langka buah dan sayur.
  • Susu domba dan kambing mengandung protein dan lemak yang lebih tinggi dari sapi. Tetapi kadar laktosa lebih rendah.
  • Nih yang paling ekstrim, susu paus mengandung 35-50 % lemak (3). Gurih.

Nah dari data-data ini sudah muncul kontroversi. Apakah susu non-manusia cocok diberikan kepada bayi manusia?

Simpan dulu pertanyaan ini, nanti kita bahas di akhir.

 

4. Konsumsi susu di dunia

Kita bahas dulu kok bisa susu sapi begitu masif diminum oleh manusia dewasa. Data dari FAO menunjukkan bahwa negara-negara eropa dan amerika utara mengkonsumsi lebih dari 150 kg/kapita/tahun.

Sedangkan negara-negara asia tenggara kurang dari 30 kg/kapita/tahun. Meskipun demikian angka konsumsi susu di negara berkembang terus meningkat setiap tahun (4).

Peternakan sapi
Kebutuhan susu dipenuhi peternakan sapi dari seluruh dunia. (Gambar: “Noo Sun Dairy 2014” by Livinglandscapearchitech – lisensi creative common)

 

5. Orang dewasa tidak minum susu

Baik kita awali dari tinjauan singkat biologisnya. Susu mengandung laktosa, yaitu gula disakarida.

Laktosa nggak bisa diserap tubuh. Molekul laktosa harus dipecah dulu menjadi glukosa dan galaktosa. Baru bisa diserap usus halus.

Saat bayi, kita menghasilkan banyak enzim laktase (pemecah laktosa). Tetapi seiring bertambah usia, produksi laktase menurun drastis.

Akibatnya laktosa pada susu yang dikonsumsi oleh orang dewasa, sebagian besar tidak tercerna dan tidak juga terserap. Nah, laktosa ini menyebabkan shock osmotik di usus besar. Ini berakibat diare.

Selain itu, laktosa yang tidak tercerna ini menjadi rejeki buat bakteri di usus besar.

Bakteri-bakteri seperti Escherichia coli memiliki enzim beta-galaktosidase untuk memecah laktosa. Hasil pemecahan ini dipakai oleh bakteri lain, yang efek sampingnya gas CO2. Flatulensi. Bom gas.

Kondisi tersebut kita katakan sebagai lactose intolerance.

Dengan kondisi seperti itu, mengapa minum susu menjadi budaya?

 

6. Budaya minum susu

Oke, kembali ke 10.000 tahun yang lalu ketika budaya minum susu dimulai. Petani dan peternak di eropa barat diduga sebagai orang yang pertama menjadikan minum susu sebagai budaya.

Bisa dibayangkan, atau tidak usah dibayangkan, betapa menderitanya mereka karena flatulensi dan diare.

Tetapi kemudian mutasi pun terjadi. Mutasi menyebabkan teraktivasinya jalur alternatif produksi laktase.

Akibatnya, gen-gen laktase tetap aktif sampai dewasa pada populasi tersebut (5). Kondisi ini disebut Lactase persistent (LP).

Frekuensi LP ini sangat tinggi di negara-negara eropa utara, hampir mencapai 100%. Mereka sudah terbiasa menjadikan susu sebagai diet harian. Selain itu, peternakan mereka cukup maju untuk menyuplai kebutuhan susu.

Sejumlah populasi di asia barat atau tengah juga memiliki frekuensi LP yang cukup tinggi. Mengingat budaya menggembalakan unta dan kambing. Sedangkan asia tenggara ternyata cukup rendah berkisar 20%.

 

7. Produk turunan susu

Permasalahan lactose intolerance sebenarnya dapat diatasi dengan menurunkan atau memecah laktosa pada susu. Tujuannya untuk mendapatkan manfaat minum susu tanpa terkendala efek sampingnya.

Sejak dulu manusia sudah melakukan fermentasi susu menjadi yoghurt, kefir, keju, dadih, dan sebagainya. Aktivitas mikrobia akan memecah laktosa menjadikannya lebih ramah di perut orang.

Inilah yang mungkin menjadi penyebab mengapa frekuensi LP pada orang asia rendah. Yaitu karena banyak mengkonsumsi susu dalam wujud terfermentasi.

Keju
Keju mengandung laktosa yang sangat rendah. (Gambar: “Cheese section!” by Lindsay Holmwood – lisensi creative common)

 

Oke akhirnya kita hampir sampai pada akhir artikel ini.

 

8. Mengapa orang dewasa tetap minum susu hewan?

Pertama, manfaat minum susu untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Susu tetaplah sumber makronutrien yang baik seperti karbohidrat, lipid, dan protein.

Kalsium pada susu berupa kalsium karbonat yang mudah diserap oleh tubuh. Keberadaan kasein dan vitamin D pada susu turut meningkatkan penyerapan kalsium (6).

Kedua, untuk menjaga keseimbangan bakteri-bakteri usus. Susu hewan dapat digunakan sebagai sumber prebiotik ataupun probiotik.

Kalau ini nggak perlu dijelasin, udah banyak diiklanin di TV.

Meskipun begitu, ingin juga membahas keseimbangan mikroflora usus ini suatu saat nanti.

 

Baca juga: Tips sehat menghadapi wasir

 

9. Susu alternatif

Dewasa ini muncul alternatif pengganti susu hewan, yaitu susu tumbuhan. Maksudnya susu kedelai, susu kacang, susu kelapa, susu jagung, dan sebagainya.

Walaupun mungkin kadar kalsium pada susu alternatif itu menyamai susu hewani, ada tetapinya. Susu tersebut mengandung senyawa-senyawa yang dapat menghambat penyerapan. Seperti asam fitat, lektin, dan saponin (7).

Sumber kalsium lain seperti bayam juga mengandung oksalat yang menghambat penyerapan kalsium (8).

Bukan berarti saya katakan susu tumbuh-tumbuhan itu jelek, tidak. Susu tersebut juga bagus karena mengandung beragam asam lemat tak jenuh, serat, dan vitamin E.

Susu kedelai
Susu kedelai digadang menjadi alternatif susu sapi. Terutama bagi yang alergi susu sapi. (Gambar: “Soy milk” by Kjokkenutsytr – lisensi creative common)

 

Oya, fortifikasi (penambahan zat) kalsium pada minuman atau makanan sudah jamak dilakukan sekarang. Biasanya dalam bentuk kalsium karbonat supaya penyerapan lebih tinggi.

Pastikan anda mengocok kemasannya dulu ya supaya tercampur sempurna. Tapi nggak usah banyak-banyak minum suplemen kalsium ya, seperti biasa, yang berlebihan tidak baik.

 

10. Bayi mengkonsumsi susu sapi

Yap, seperti yang sudah kita bahas, komposisi ASI sangat berbeda dengan susu hewan (sapi). Mengapa beberapa bayi diberi susu sapi?

Jawabannya, karena kondisi.

Ada kalanya sesuatu terjadi pada sang ibu sehingga tidak mampu memberikan ASI bagi anaknya. Misalnya ibunya stres, adanya gangguan fisiologis, atau mungkin meninggal dalam persalinan.

Ingat ya, produksi ASI diatur oleh otak dan hormon-hormon. Jangan sampai sang ibu dibuat stres hingga ASI nggak keluar.

Tetapi kalau ASI belum keluar satu atau dua hari setelah persalinan itu masih terhitung wajar sih.

Bayi yang lahir normal memiliki lemak coklat. Cadangan tersebut digunakan sebagai sumber energi sembari menunggu ASI sang ibu.

 

11. Solusinya apa?

Ada solusi lain yang bisa dilakukan yaitu donor ASI atau ibu susuan. Daripada langsung diberi susu sapi.

Pertimbangannya adalah ASI tidak hanya mengandung makronutrien dan mikronutrien. Tetapi juga mengandung senyawa bioaktif yang sudah kita sebut di atas.

Solusi terbaik adalah ibu susuan, daripada donor ASI. Hal itu karena penyimpanan ASI pada refrigerator, apalagi jangka waktu lama, akan menurunkan kandungan senyawa bioaktifnya. Tetapi itu lebih baik, daripada tidak.

Terpaksanya tidak ada, ya susu sapi.

 

12. Kesimpulan

Susu merupakan substansi yang kaya akan nutrien untuk menunjang hidup bayi. Manusia telah berevolusi untuk bisa meminum susu saat dewasa.

Kira-kira begitu ya. Baik, demikian tulisan saya tentang kontroversi hati manfaat minum susu, semoga bermanfaat. Selamat Hari Susu Sedunia (World Milk Day) 1 Juni bagi yang merayakan. Raise a glass!

Baca juga: Pengalaman melahirkan caesar ditanggung BPJS dan mandiri

 

 

Rahadian Yudo H.

Lecturer. Illustrator. Content writer.

 

Sumber:

  1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3586783/
  2. http://www.fao.org/dairy-production-products/products/milk-composition/en/
  3. https://www.whalefacts.org/whale-milk/
  4. http://www.fao.org/dairy-production-products/products/en/
  5. https://www.annualreviews.org/doi/10.1146/annurev-genom-091416-035340
  6. https://www.dairynutrition.ca/nutrients-in-milk-products/calcium/calcium-and-bioavailability
  7. https://www.sciencedirect.com.ezproxy.ugm.ac.id/science/article/pii/S0958694618301900
  8. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/2801588/