Makanan yang menghambat penyerapan kalsium pada anak

Setiap orang tua pasti menginginkan anak dengan tinggi badan yang normal. Pertumbuhan tulang yang mendukung tinggi badan sangat bergantung pada asupan kalsium dari makanan. Artikel ini akan membahas tentang makanan yang menghambat penyerapan kalsium pada anak.

Beberapa makanan yang menghambat penyerapan kalsium yang saya sebutkan di bawah bukan berarti tidak boleh dikonsumsi, tetapi harus diatur jumlah dan rentang waktu konsumsinya.

Sebagai mikronutrien penting, kalsium tidak dapat diproduksi oleh tubuh. Kalsium diperoleh dari makanan dan minuman yang dikonsumsi.

Di dalam tubuh, 99% kalsium disimpan dalam tulang. Sedangkan 1% berfungsi krusial dalam beragam peristiwa fisiologi tubuh. Contohnya dalam proses sinyal saraf dan kontraksi otot.

Defisiensi kalsium menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak. Penderitanya akan mengalami abnormalitas yang bervariasi tergantung tingkat keparahan.

Nah, banyak yang tidak tahu bahwa terdapat beberapa substansi yang menghambat penyerapan kalsium.

1. Oksalat

Berbagai sayuran hijau seperti brokoli dan bayam mengandung kalsium yang lumayan tinggi. Tetapi ternyata pada sayuran tersebut juga terkandung oksalat. Senyawa tersebut diketahui dapat berikatan dengan kalsium sehingga menghambat penyerapannya.

Selain itu, kadar oksalat yang terlalu tinggi di dalam darah dapat menimbulkan batu ginjal (kalsium oksalat). Walaupun memang pembentukan batu ginjal ini dapat berbeda-beda setiap orang. Meskipun begitu, bukan berarti konsumsi sayuran hijau itu buruk. Intinya konsumsinya tidak boleh berlebihan.

Kembali ke topik, supaya penyerapan kalsium tidak terganggu dan masih mendapatkan nutrien dari sayuran hijau, maka solusinya adalah memberikan jeda konsumsi makanan-makanan tersebut.

Sayuran hijau mengandung oksalat
Sayuran merupakan sumber utama serat pangan namun juga mengandung oksalat. (Gambar: “Vegetables” by Rick Ligthelm – CC BY 2.0)

 

2. Teh dan kopi

Teh dan kopi memiliki efek diuretik, yaitu meningkatkan frekuensi mikturisi (buang air kecil). Walhasil kalsium yang terdapat dalam darah akan banyak yang terbuang bersama urin.

Kopi dan teh
Berikan jeda ketika minum kopi atau teh dan minum susu (Gambar: pexels)

 

3. Zat besi

Seperti kalsium, zat besi juga merupakan mineral penting untuk pertumbuhan anak anda. Akan tetapi, dua mineral tersebut tidak boleh dikonsumsi berbarengan.

Barangkali ini mengejutkan bagi anda, tetapi studi menunjukkan bahwa kalsium yang tinggi dapat menghambat penyerapan zat besi. Sebuah riset oleh Profesor Bo Lonnerdal dari UC Davis, efek penghambatan tersebut terjadi dalam rentang waktu yang singkat. Jalan keluarnya, tentu saja dengan tidak mengkonsumsi keduanya secara bersamaan.

Baca juga: Gejala defisiensi besi pada anak

tiens kalsium

4. Natrium

Natrium atau sodium juga merupakan mineral yang krusial bagi tubuh. Natrium sering dikonsumsi sebagai garam dapur. Tetapi ternyata pola makan yang banyak mengandung garam pada anak dapat menyebabkan gangguan penyerapan kalsium.

Dikutip dari Linus Pauling Institute, konsumsi garam tinggi menciptakan kompetisi penyerapan kalsium pada ginjal. Akibatnya banyak kalsium yang terbuang bersama dengan urin.

Garam dapur
Natrium berkompetisi dengan kalsium dalam penyerapan oleh tubuh (Gambar: Pexels)

 

5. Asam fitat

Kadar kalsium terlarut dalam bubur makanan di usus dapat menurun karena berikatan dengan asam fitat. Efeknya kalsium tidak dapat terserap oleh usus lalu dibuang bersama feses.

Asam fitat ini ditemukan pada selaput pembungkus biji-bijian seperti gandum. Biasanya diolah menjadi roti gandum utuh ataupun sereal. Kadar asam fitat akan berkurang dengan pengolahan (pemasakan). Selain itu, solusinya adalah dengan memberikan jeda waktu antara meminum susu (atau sumber tinggi kalsium lainnya) dengan makanan yang mengandung asam fitat.

Gandum utuh
Gandum utuh mengandung asam fitat tinggi, namun akan berkurang dengan pengolahan (Gambar: Pexels)

 

Kesimpulan

Demikian artikel mengenai makanan yang menghambat penyerapan kalsium pada anak. Bukan berarti tidak boleh mengkonsumsi, tetapi harus diatur jumlah dan rentang waktu konsumsinya.

 

Baca juga: Benarkah minum susu bermanfaat bagi orang dewasa?

 

Sumber:

Bo Lönnerdal. Calcium and iron absorption–mechanisms and public health relevance. Int J Vitam Nutr Res
. 2010 Oct;80(4-5):293-9.

Jane Higdon. Calcium. Linus Pauling Institute. 2001 (updated in 2017).

American Bone Health. How do phytates impact calcium absorption? 2011.

 

 

 

 

Rahadian Yudo Hartantyo

Lecturer. Illustrator. Content writer.

 


Disclosure:

Postingan ini mungkin berisi iklan atau tautan afiliasi produk. Jika anda membeli melalui link rekomendasi kami, tidak ada biaya tambahan untuk Anda. Bahkan pada sejumlah produk dapat berpotensi mendapat diskon jika menggunakan kode referal. Dengan sistem ini, kami mungkin mendapat sedikit komisi dari pemilik produk.

Kami berusaha menulis kelebihan dan kekurangan produk secara obyektif. Kami hanya merekomendasikan produk yang kami gunakan sendiri atau berdasarkan studi literatur yang ada. Semua pendapat yang diungkapkan di sini adalah milik kami sendiri.