You are currently viewing Ciri Khas Rumah Tradisional Jepang

Rumah tradisional Jepang memiliki ciri khas dan keunikan tersendiri yang menarik perhatian banyak orang. Kebanyakan rumah tradisional Jepang didesain dengan gaya minimalis, namun tetap memperhatikan detail dan kualitas bahan yang digunakan. Berikut adalah beberapa ciri khas rumah tradisional Jepang yang perlu Anda ketahui.

  1. Tatami

Tatami adalah bahan lantai tradisional Jepang yang terbuat dari daun-rumput mat. Tatami memiliki permukaan yang empuk dan nyaman untuk diinjak, sehingga sering digunakan untuk melengkapi interior rumah tradisional Jepang. Tatami memberikan nuansa alami dan hangat pada ruangan.

  1. Shoji

Shoji adalah jendela tradisional Jepang yang terbuat dari kertas tipis yang ditempelkan pada bingkai kayu. Shoji digunakan sebagai pengganti dinding, sehingga memungkinkan cahaya alami masuk ke dalam ruangan. Cahaya yang masuk melalui shoji memberikan efek pencahayaan yang lembut dan natural pada ruangan.

  1. Fusuma

Fusuma adalah dinding geser tradisional Jepang yang terbuat dari kertas tipis yang ditempelkan pada bingkai kayu. Fusuma digunakan untuk membagi ruangan dan memberikan privasi. Anda dapat dengan mudah menggeser atau mengubah posisi fusuma sesuai dengan kebutuhan Anda.

  1. Taman

Taman yang terletak di sekitar rumah adalah ciri khas arsitektur Jepang. Taman sering diisi dengan pohon-pohon bonsai, jembatan-jembatan kayu, dan air mancur yang indah. Hal ini membuat rumah tradisional Jepang terlihat lebih sejuk dan asri. Taman juga memberikan rasa tenang dan damai pada penghuninya.

  1. Atap Yane

Rumah tradisional Jepang memiliki atap berkubah, yang disebut “yane”. Atap yane terbuat dari genteng tanah liat dan melindungi rumah dari cuaca buruk, seperti hujan dan salju. Bentuk atap yane juga memberikan ciri khas tersendiri pada rumah tradisional Jepang.

  1. Kusuma

Kusuma atau genkan adalah bagian rumah yang berfungsi sebagai tempat melepas sepatu sebelum memasuki bagian dalam rumah. Kusuma biasanya diletakkan di bagian depan rumah dan terletak lebih rendah dari bagian dalam rumah. Hal ini dimaksudkan agar debu atau kotoran dari luar tidak masuk ke dalam rumah.

  1. Engawa

Engawa adalah teras tradisional Jepang yang mengelilingi rumah. Engawa berfungsi sebagai ruang terbuka yang dapat digunakan untuk beristirahat dan menikmati pemandangan. Engawa juga digunakan sebagai tempat menjemur pakaian atau menyimpan barang-barang yang digunakan di luar rumah.

Demikianlah beberapa ciri khas rumah tradisional Jepang. Namun, saat ini banyak rumah di Jepang yang mengadopsi gaya arsitektur modern. Meskipun begitu, ciri khas rumah tradisional Jepang tetap dihargai dan dilestarikan oleh masyarakat Jepang.

Tak hanya desain dan arsitektur, filosofi hidup Jepang juga tercermin dalam desain rumah tradisional Jepang. Konsep “wabi-sabi” adalah salah satu contohnya. Konsep ini mengajarkan untuk mencintai keindahan pada hal yang sederhana, tidak sempurna, dan alami. Hal ini tercermin pada penggunaan bahan alami seperti kayu dan tatami pada rumah tradisional Jepang.

Selain itu, rumah tradisional Jepang juga menampilkan keindahan pada detail. Contohnya, penggunaan kayu dan kertas tipis pada shoji dan fusuma memberikan efek transparan dan memberikan keindahan pada ruangan. Begitu juga pada penggunaan atap yane yang berbentuk kubah, memberikan kesan elegan pada rumah.

Kesimpulannya, ciri khas rumah tradisional Jepang adalah penggunaan bahan alami seperti kayu dan tatami, penggunaan shoji dan fusuma, taman yang mengelilingi rumah, atap yane yang berbentuk kubah, kusuma atau genkan, dan engawa atau teras tradisional Jepang. Selain itu, rumah tradisional Jepang juga mencerminkan filosofi hidup Jepang, seperti konsep wabi-sabi dan keindahan pada detail. Dalam perkembangannya, arsitektur Jepang telah mengadopsi gaya modern, namun ciri khas rumah tradisional Jepang tetap dihargai dan dilestarikan.

Artikel ini dibuat oleh AI.

Gambar dari Pexels.com