Apakah Dettol antiseptik cair efektif untuk virus?

Walaupun postingan ini mengandung iklan, tetapi saya berusaha obyektif dan ilmiah. Baiklah, saya akan bahas satu artikel dari salah satu jurnal nomor wahid yaitu Scientific Report-nya Nature. Nanti anda bisa tambahkan masukan apakah Dettol antiseptik cair efektif untuk virus atau tidak. 

Nah ini artikel ilmiah yang akan kita bahas ya Ayah Bunda, “Effectiveness of Dettol Antiseptic Liquid for Inactivation of Ebola Virus in Suspension” tahun 2019.

 

Siapa penulis dan penelitinya?

Penulisnya adalah Todd A. Cutts, M. Khalid Ijaz, Raymond W. Nims, Joseph R. Rubino dan Steven S. Theriault. Dua penulis yaitu M. Khalid Ijaz dan Joseph Rubino adalah tim RnD dari Reckitt Beckinser, ya karena riset tersebut didanai oleh Reckitt Beckinser. Hal ini wajar di dunia penelitian, dana boleh diberikan, tapi hasil penelitian disampaikan apa adanya.

Lagi pula yang mengerjakan penelitian utamanya adalah Todd A. Cutts, seorang peneliti dari J. C. Wilt Infectious Diseases Research Centre, semacam Litbangkes-nya Kanada. Penelitian ini di bawah supervisi Profesor Steven S. Theriault dari lembaga yang sama.

So, artikel ilmiah tersebut sangat layak dijadikan referensi. Iyalah masuk jurnal Q1.

Oke mari kita mulai.

Tujuan penelitian mereka itu untuk mengetahui efikasi atau efektivitas cairan antiseptik komersial terhadap virus yang memiliki envelope (itu lho bagian pembungkus virus). Dalam hal ini virus Ebola.

Zat aktif apa sih yang ada di Dettol sehingga diduga memiliki kemampuan inaktivasi virus? Seperti tercantum di kemasannya, Dettol antiseptik ini mengandung zat aktif Chloroxylenol. Yuk kita lihat hasil penelitian yang ngeri-ngeri sedap ini.

Dettol antiseptik
Klik gambar untuk dapatkan diskon menarik dan gratis ongkir dari Lazada Mall – Dettol Official Store

 

Metodenya

Metodenya sebenarnya tidak banyak, tapi yang dipakai virus Ebola jadi penelitian ini sangat beresiko. Di bawah ini saya coba ringkaskan metode dengan bahasa yang santai:

Pertama, mereka menginfeksi sel vero dengan virus Ebola. Sel vero merupakan salah satu jenis kultur sel yang diisolasi dari ginjal monyet afrika (Chlorocebus sp.). Seperti halnya sifat kultur sel, sel vero terus menerus membelah tanpa henti. Selain itu, sel ini tidak menghasilkan interferon sebagai mekanisme pertahanan terhadap virus.

Kalau belum tahu apa itu kultur sel, ini saya nemu video dari UI tentang kultur sel.

Oke lanjut..

Tahap kedua, suspensi virus dicampur dengan Dettol antiseptik. Variasi perlakuan berupa konsentrasi Dettol antiseptik dan durasi kontak dengan virus.

Ketiga, campuran di atas kemudian di tambahkan ke sel vero lain yang belum diinfieksi virus.

Keempat, setelah 14 hari kemudian dilakukan pengamatan mikroskopis untuk CPE (cytopathic effects – efek perubahan sel inang akibat virus) dan pengukuran titer virus (TCID50).

Visualisasi metode penelitian tersebut dapat anda lihat pada gambar di bawah.

 

Dettol antiseptik
Metode pengujian efikasi Dettol (DAL) terhadap virus. (Gambar: Nature Scientific Report – Lisensi CC BY 4.0)

 

Hasil yang didapat

Hasilnya  ditunjukkan pada gambar di bawah untuk Dettol dengan pengenceran 10x, 20x, dan 40x. Menuruti situs Dettol Indonesia mereka menyarankan untuk mengencerkan 25 – 50 ml dalam 1 Liter air untuk keperluan rumah tangga (pengenceran berapa nih?).

Dettol antiseptik virus ebola 10x

 

Dettol antiseptik virus ebola 20x

 

Dettol antiseptik virus ebola
Efektivitas Dettol antiseptik pengenceran 10x, 20x, dan 40x terhadap virus ebola. (Gambar: Nature Scientific report – lisensi CC BY 4.0)

 

Kesimpulan

Pertama, sudah kebayang betapa berat penelitian ini karena peneliti harus bekerja di laboratorium minimal BSL-4.

Kedua, saya ngutip aja kesimpulan penulis haha.. berikut:

“These results suggest that DAL used at a 1:10 dilution in water should afford complete and rapid (within 1 min contact time) inactivation of EBOV/Mak in suspensions at ambient temperature. “

Intinya kalau mau efektif pakai pengenceran 10x dengan kontak selama 1 menit. Atau kalau konsentrasi di bawah itu ya kontaknya dilamain, kira-kira 5 menit biar aman.

Ketiga, apakah juga efektif untuk virus corona pada Covid-19? Mungkin saja, karena sama-sama virus ber”amplop”.

 

Dettol antiseptik
Klik gambar untuk dapatkan diskon menarik dan gratis ongkir dari Lazada Mall – Dettol Official Store

 

Demikian, ulasan singkat saya mengenai apakah Dettol antiseptik cair efektif untuk virus atau tidak. Kalau ingin lebih jelas silakan baca sendiri artikelnya di link yang sudah saya tulis di awal artikel. Semoga bermanfaat dan sehat selalu.

Baca juga: Rahasia serat pangan yang banyak orang tidak tahu

 

 

Rahadian Yudo Hartantyo

Lecturer. Illustrator. Content writer.

 


Disclosure:

Postingan ini mungkin berisi iklan atau tautan afiliasi produk. Jika anda membeli melalui link rekomendasi kami, tidak ada biaya tambahan untuk Anda. Bahkan pada sejumlah produk dapat berpotensi mendapat diskon jika menggunakan kode referal. Dengan sistem ini, kami mungkin mendapat sedikit komisi dari pemilik produk.

Kami berusaha menulis kelebihan dan kekurangan produk secara obyektif. Kami hanya merekomendasikan produk yang kami gunakan sendiri atau berdasarkan studi literatur yang ada. Semua pendapat yang diungkapkan di sini adalah milik kami sendiri.