5 Tips memilih daster rumahan yang tepat

Kali ini tim Dalamrumah akan berbagi tips memilih daster rumahan yang tepat. Daster merupakan baju yang biasa dipakai di dalam rumah. Jenis pakaian ini menjadi favorit ibu-ibu.

Daster banyak dipilih ibu-ibu saat dirumah karena dianggap pakaian yang paling nyaman, tidak ada beban ketika memakainya. Bahkan beberapa orang merasa lebih bersemangat beraktivitas di rumah saat memakai daster.

Dulu daster sangat identik dengan ibu-ibu yang sudah tua karena motifnya batik dan terkesan klasik. Dewasa ini daster telah berkembang dengan motif yang beragam dan namanya pun berubah.

Beberapa orang ada yang menyebut daster dengan homedress. Menurut saya, terdapat perbedaan antar daster dan homedress.

Daster memiliki motif identik dengan batik dengan model yang longgar, sedangkan homedress biasanya bermotif bunga-bunga, kotak-kotak, bulat-bulat, bergaris, dan lain lain.

Dari segi model, homedress memiliki beberapa variasi model. Ada yang dengan kerutan samping, kerutan tengah, atau variasi lain.

tumpukan daster
Bahan dan motif daster sangat beragam. (Gambar: dalamrumah.com)

 

Beberapa hal perlu dipertimbangkan dalam memilih daster. Tips  yang akan kami share ini penting moms, karena daster merupakan teman kita seharian dirumah jadi jangan asal pilih ya.

 

1. Sesuaikan dengan anggaran anda

Sebelum membeli apapun, yang pertama kali anda pertimbangkan adalah budget. Hal ini penting karena daster memiliki beberapa tingkatan tergantung dari bahan yang dipakai, kualitas jahitan, dan model.

Satu yang diingat bahwa ada harga ada rupa ya moms. Jangan berharap lebih terhadap daster yang harganya 20 ribuan. Ada beberapa cluster daster menurut harganya

Cluster harga daster dibawah 50 ribu

Berdasarkan pengalaman saya, daster dengan harga segini bahannya agak tipis. Dapat bertahan kira-kira satu sampai dua tahun.

Umumnya tidak bermerk dan jahitan yang tidak rapi. Biasanya daster dengan harga segini menggunakan bahan santung.

Tidak mengapa jika mommies memilih daster dengan harga segini dengan kenyamanan sedang.  Biasanya emak-emak suka dengan harga yang terjangkau agar bisa beli banyak untuk gonta ganti.

Ibu-ibu cenderung mudah bosan dengan baju. Jadi dengan harga segini tidak masalah moms.

Cluster kisaran harga 60-90 ribu

Daster dengan harga 60-90 ribu biasanya menggunakan bahan katun atau katun rayon. Bahan sudah lumayan lebih tebal dengan motif dan model yang cukup beragam.

Bahan kain cukup menyerap keringat sehingga cocok untuk cuaca apapun. Daster dengan harga segini cukup awet. Berdasarkan pengalaman saya, daster ini bisa bertahan 2-3 tahun ya moms tergantung juga dengan pemakaian.

Cluster kisaran harga di atas 100 ribu

Kelompok daster ini cocok bagi moms yang mengutamakan kualitas dan kenyamanan. Daster dengan harga sekian biasanya terbuat dari bahan katun jepang super atau kain jenis lain yang memiliki kualitas premium.

Dari bahannya, daster dari cluster ini akan lebih lembut jika dipegang. Sangat nyaman saat dipakai seharian beraktivitas di rumah. Biasanya awet bisa sampai 4 tahun.

Semua kembali lagi ada harga ada kualitas ya moms. Saya lebih memilih cluster yang ke dua karena harga yang masih terjangkau dengan kualitas yang sudah lumayan bagus. Tentunya sudah sangat nyaman dipakai seharian.

make over lazada dua

 

2. Pilih daster dari bahan yang nyaman

Daster atau homedress biasanya terbuat dari kain katun lokal, katun rayon, katun jepang, kaos, dan santung.

Masing-masing bahan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mari kita bahas satu per satu ya moms.

Kain rayon

Berdasarkan pengalaman saya, kelebihan kain ini yaitu:

  • Mempunyai daya serap yang tinggi terhadap keringat
  • Bila disentuh terasa lembut
  • Kain rayon memiliki banyak variasi warna dan motif yang menarik

Sedangkan kekurangan dari kain ini yaitu:

  • Mudah kusut
  • Terkadang bahan kurang kuat, mudah robek
  • Kainnya licin dan sedikit tipis

Kain katun

Kain ini banyak dijumpai karena lebih fleksibel untuk membuat jenis pakaian apapun termasuk daster.

Kelebihan kain jenis katun yaitu:

  • Memiliki tekstur kain yang halus
  • Nyaman dipakai
  • Menyerap keringat
  • Sifat bahannya kuat dan tahan lama
  • Pencucian dan perawatnnya mudah
  • Kain katun memiliki banyak jenis yang menentukan kualitas pakaian yang dihasilkan.

Kekurangan kain katun yaitu:

  • Mudah kusut karena teksturnya agak kasar, tapi ini juga ditentukan oleh grade kain katun itu sendiri.
  • Mudah luntur untuk kain katun jenis tertentu

Kain katun rayon

Kain katun rayon merupakan bagian dari kain katun, namun bisa dibedakan dari kain katun biasa dengan ciri ciri sebagai berikut:

  • Bahannya jatuh
  • Nyaman, menyerap keringat
  • Terasa dingin saat dipakai
  • Tekstur agak licin dan ringan
  • Disebut juga katun bangkok karena biasanya memiliki motif bergambar gajah. Tetapi terdapat pula motif lain dan polos.

Kain kaos

Beberapa daster ada yang terbuat dari bahan kaos, bahan ini juga memiliki grade sendiri ya moms. Kelebihan kain kaos yaitu:

  • Murah
  • Tidak mudah kusut
  • Awet, lebih awet daripada kain katun
  • Jenis kaos yang sering dipakai yaitu jenis kaos combine dan kaos PE, namun untuk daster biasanya memakai bahan kaos PE.

Kekurangan dari bahan kaos yaitu:

  • Bahan kaos kurang cocok untuk daster karena menurut saya kurang menyerap keringat, saya pernah memakai daster berbahan kaos, keringat saya mengucur deras. Tetapi daya serap ini juga ditentukan oleh jenis bahan kaosnya ya moms.
  • Tekstur sedikit kasar bila dipegang.
  • Agak tipis.

 

Baca juga: 5 resep cake sederhana wajib dicoba

 

3. Carilah daster yang busui friendly

Jika moms dalam keadaan hamil maupun menyusui jangan lupa untuk memilih daster yang busui friendly ya moms. Ini memudahkan kita jika saat beraktivitas tiba-tiba bayi menangis minta ASI.

Busui friendly disini ada tiga macam:

  • Resleting depan, menurut saya model resleting agak ribet, karena membutuhkan dua tangan untuk membukanya
  • Model kancing, model paling praktis menurut saya, cukup satu tangan bisa membuka dan menutup kancing
  • Model bukaan samping, dewasa ini ada perkembangan daster busui friendly yaitu bukaan samping. Jadi tanpa resleting dan tanpa kancing. Model ini cukup menarik para ibu ibu dewasa ini karena dinilai aman, praktis, dan lebih fashionable.

Baca juga: Bisnis daster batik Pekalongan yang sedang laris

daster busui
Daster busui dengan kancing di depan. (Gambar: dalamrumah.com)

 

4. Pilihlah motif yang anda sukai

Tips memilih daster rumahan yang selanjutnya adalah mengenai motif. Pilihlah motif yang menarik bagi anda, jangan memaksakan hanya pada stok yang ada.

Sesuaikan dengan selera dan usia anda ya moms. Jika usia ya moms berkisar antara 25-40 tahun pilihan warna terang juga bagus. Terlihat lebih manis dan ceria di depan suami dan anak-anak.

Jika ingin menghadiahkan daster kepada remaja pilihlah motif yang mewakili kepribadiannya seperti bunga, bergaris, atau bulat bulat.

Untuk moms kisaran 40 ke atas, pilihlah daster dengan motif batik. Motif yang sedikit agak klasik dan pilihan warna yang sedikit kalem, jangan terlalu terang.

Pilihan warna dan motif ini kembali kepada diri moms ya. Sesuaikan aja dengan selera dan kesukaan masing-masing

make over lazada

 

5. Jika membeli online, belilah di olshop terpercaya

Jika moms membeli daster secara online, pilihlah olshop yang terpercaya terlihat dari pelayanan yang ramah, siap menjawab pertanyaan apapun terkait jualannya, dan adanya testimoni  positif dari beberapa pembeli tentang kualitas produk.

Jika masih bingung mau beli daster dimana bisa tanya-tanya disini ya moms.

Sekian dulu ya artikel tips memilih daster rumahan menurut versi Dalamrumah. Semoga bermanfaat ya moms.

 

Baca juga: Tips jualan tanpa modal untuk emak-emak

 

 

Arliana Fajrin, S.Si.

S1 Biologi. Full mom hobi memasak dan menulis. Owner Adagamis store dan blog Dalamrumah. Terus belajar dan berbagi ilmu.

 


Disclosure:

Postingan ini mungkin berisi promosi produk jualan kami atau tautan afiliasi produk. Jika anda membeli melalui link rekomendasi kami, tidak ada biaya tambahan untuk Anda. Bahkan pada sejumlah produk dapat berpotensi mendapat diskon jika menggunakan kode referal. Dengan sistem ini, kami mungkin mendapat sedikit komisi dari pemilik produk.

Kami berusaha menulis kelebihan dan kekurangan produk secara obyektif. Kami hanya merekomendasikan produk yang kami gunakan sendiri atau berdasarkan studi literatur yang ada. Semua pendapat yang diungkapkan di sini adalah milik kami sendiri. 

Leave a Reply